5 Jurnalis Nunukan Lolos UKW, Bukti Komitmen Penguatan SDM Pers

TANJUNG SELOR — Upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak lima jurnalis asal Nunukan dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, pada 7–9 Agustus 2025.

Empat di antaranya merupakan pengurus inti PWI Nunukan yang mengikuti UKW jenjang Madya, sementara satu jurnalis lainnya berasal dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltara yang mengikuti jenjang Muda. “Ini hasil yang sangat memuaskan, khususnya bagi jajaran internal PWI Nunukan,” ujar Sekretaris PWI Nunukan, Taufik, saat dikonfirmasi usai kegiatan.

UKW yang digagas oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltara ini diikuti oleh 48 jurnalis dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Utara. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan penguji dari Dewan Pers serta lembaga uji yang telah terakreditasi secara nasional.

Menurut Taufik, keikutsertaan para jurnalis Nunukan dalam UKW bukan sekadar formalitas. PWI Nunukan memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan, terutama dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks dan dinamis.

“Empat jurnalis dari internal PWI Nunukan mengikuti jenjang Madya, termasuk Ketua PWI sendiri. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di organisasi kami juga memberi contoh langsung dalam peningkatan kompetensi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa seluruh pengurus dan anggota PWI Nunukan diwajibkan mengikuti UKW pada tiga jenjang yang ditetapkan: Muda, Madya, dan Utama. Hal ini menjadi bagian dari strategi organisasi dalam membangun ekosistem pers yang kredibel dan bertanggung jawab.

“UKW bukan hanya soal sertifikasi. Ini adalah proses pembentukan karakter dan profesionalisme wartawan. Kami ingin SDM wartawan Nunukan benar-benar siap secara kompetensi dan etika sebelum terjun lebih dalam di dunia jurnalistik,” tegasnya.

PWI Nunukan juga berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif anggotanya dalam berbagai pelatihan dan uji kompetensi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pemberitaan serta memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi di daerah perbatasan.

Dengan hasil UKW yang memuaskan ini, PWI Nunukan berharap dapat menjadi contoh bagi organisasi kewartawanan lainnya di Kalimantan Utara. “Kami ingin membuktikan bahwa wartawan daerah juga bisa kompeten, profesional, dan berdaya saing,” tutup Taufik. (*)

Related Articles

Back to top button